Jumat, 29 Maret 2013

Aslab.. oh Aslab…

Gak ah..
kayaknya ga pantes deh buat jadi aslab..
 aduuhh penguasaan materi yang wina dapet baru sedikit..
kata seperti itulah yang selalu terlintas dibenak saya ketika seorang teman pernah bilang “wina.. kenapa kamu ga coba jadi aslab aja?” . Tidak pernah terpikir sebelumnya untuk mencoba sesuatu hal layaknya seorang guru yang memberikan materi kepada muridnya, contohnya seperti menjadi assisten laboratorium atau yang biasa disebut aslab. Mengapa demikian?? Karena saya selalu berpikir apakah saya mampu memberikan materi kepada praktikan nantinya, karena bagi saya itu merupakan suatu tanggung jawan yang besar.
Namun pada akhirnya karena dorongan dari beberapa teman akhirnya saya memutuskan untuk ikut test seleksinya, tiga tahap testnya pun sudah saya lewati diantaranya test wawancara, test tutor,dan test koding. Setelah melewati beberapa test tersebut sempet merasakan “hopeless” karena tidak mau terlalu berharap juga. Akhirnya pada hari minggu merupakan pengumuman apakah diterima atau tidaknya. Teman –teman yang lain pun sudah mendapat sms bahwa mereka diterima, seneeeng mendengarnya, tapi saya sendiri tidak di sms dan hanya berkata dalam hati “oohh yasudahlah emang belum rezeki”.
Keesokan harinya merupakan hari untuk briefing, tidak lama kemudian salah satu teman ada yang sms saya dan bilang “wina, ternyata kamu diterima nama kamu ada di absen kesini aja”. Kebetulan pada saat itu saya masih dikampus dan langsung saja saya ke laboratorium untuk ikut briefing, ternyata ada kesalahan dalam informasinya sehingga saya tidak menerima sms tersebut. Daaaaaannn sekarang pun saya sudah menjadi salah satu asisten LabSI. Berbekal ilmu yang sedikit namun saya akan berusaha semaksimal mungkin, jadi tetap bersikap positif dan SEMANGAT!!!!! 

Penulis..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar